RUMIT, KATA SEMESTA!
Bolehkah kau pinjami aku pena dan kertasmu?
Di sana pada putihnya lembaran,
pada pekatnya hitam tinta,
pada barisan-barisan aksara,
akan kuukir segalanya tentang kita.
Mungkin di setiap lembarannya nanti,
akan terbentuk sebuah aliran sungai,
sebab netra tak mampu membendung awan.
Hujan pun turun dan terus mengalir,
menganak pinak pada lembaran yang telah kupinjam darimu.
Semoga pada tapak bekas hujan itu,
kau masih mengerti dan memahami,
jejak-jejak kisah yang kutinggalkan.
Di lembaran berikutnya,
mungkin pula kau melihat mentari yang tersenyum manis.
Kau akan menemukan birunya cakrawala, hingga indahnya kilau senja yang pernah kita dambakan.
Lalu kau pun sampai pada lembaran penutup,
menyaksikan Candradewi dan Bintang saling menatap romantis.
Keduanya pun tahu,
meski berpijak pada langit yang sama,
tetapi tak akan bisa menjadi rumah untuk pulang.
Ah....
Rumit, kata Semesta!
#renjana@L_wnl
Ruteng, 08/02/2026
Komentar
Posting Komentar