Aku ingin menjadi puisimu Menjadi aksara pembentuk kata penuh makna Rima pada larik Majas serta diksi Terikat di setiap bait dengan balutan cinta Bila bersekat jarak Ceritakan aku sebagai renjana Jika kau tertarik dengan rembulan Kisahkan aku sebagai candradewi Jika kau seorang penikmat kopi Maka aku sebagai aroma dalam kopi seduhanmu Partikel-partikel dari ramuan kopi yang kau racik Rajutlah hingga menyatu sempurna sebagai sebuah puisi Ukirlah aku bersama puisimu Sebagaimana kau mengukir aksara #Lastika Wanul
Tidurmu terlalu lelap Pejaman matamu tak kunjung terbuka Bibirmu katup tak bicara Seluruh ragamu kaku dan dingin Bukankah kau sedang tertidur? Bukankah kau hanya berbaring sebentar? Lalu mengapa kau tak bangun? Suaramu tak terdengar Apakah aku yang buta dan tuli, yang tak dapat melihat engkau bangun dari tidurmu dan mendengar suaramu? Rintik hujan perlahan jatuh Semakin deras mengalir pada kedua pipi Kutampar hingga memerah Berharap aku sedang menjelajah dalam bunga tidurku Tetapi kenyataan mengajakku untuk ikhlas atas kepulanganmu ke rumahNya Di sana tempat engkau memperoleh kehidupan abadi Engkaulah pemilik cinta paling tulus untukku, Ayah @L_wnl #14-09-2022
Kau yang kunamai rindu Serta senja pengibaratanku Entah bagaimana lagi kusiratkan rasa Aksa dalam dasar hati Terukir jelas rupa bayanganmu Kota dingin adalah saksi bisu Desahan akan kepolosan rasa Netra selalu memandang wajahmu melalui selembar foto Menghilangkan dahaga rindu Ahhh...... Aku lagi-lagi berkhayal Ingin menjadi candradewimu Adalah tanya dalam benak Lastas, apakah aku yang terlalu larut pada ilusi ciptaan imajinasi? Apakah kau tahu sajak-sajak yang kutulis untukmu? Adakah kau luangkan waktu tuk membacanya? Mungkin kau sebenarnya tahu Namun, bukan balasan yang kupinta Cukup dengan senyum ketika kau mengejanya Untukmu Ada rindu dari aku"Si Gadis Penghuni Kota Dingin" Kau bayangan yang mengikat @Lastika Wanul
Komentar
Posting Komentar