Postingan

RUMIT, KATA SEMESTA!

Gambar
Bolehkah kau pinjami aku pena dan kertasmu? Di sana pada putihnya lembaran, pada pekatnya hitam tinta, pada barisan-barisan aksara, akan kuukir segalanya tentang kita. Mungkin di setiap lembarannya nanti, akan terbentuk sebuah aliran sungai, sebab netra tak mampu membendung awan. Hujan pun turun dan terus mengalir, menganak pinak pada lembaran yang telah kupinjam darimu. Semoga pada tapak bekas hujan itu, kau masih mengerti dan memahami,  jejak-jejak kisah yang kutinggalkan. Di lembaran berikutnya, mungkin pula kau melihat mentari yang tersenyum manis. Kau akan menemukan birunya cakrawala,    hingga indahnya kilau senja yang pernah kita dambakan. Lalu kau pun sampai pada lembaran penutup, menyaksikan Candradewi dan Bintang saling menatap romantis.   Keduanya pun tahu, meski berpijak pada langit yang sama, tetapi tak akan bisa menjadi rumah untuk pulang. Ah.... Rumit, kata Semesta! #renjana@L_wnl Ruteng, 08/02/2026 

PERIHAL MENGAGUMI

Tentang senyuman itu,  yang kian liar terangkai dalam ingatan. Tentang tatapan netra itu, yang sesekali saling beradu pandang. Ah, lagi-lagi, aku menjadi pengagum di balik tabir rahasiamu. Biarlah sajak sederhanaku ini, yang menyimpan segala tentangmu, tuan. #renjana@L_wnl (Ruteng, 25/02/25)

UNTUKMU

Gambar
Untukmu sang senjaku Merona jingga indah terpancar Binar matamu lumpuhkan pandangku Dentuman melodi cinta yang kau ciptakan membuat syair-syairku berdendang Iramanya selaras dengan rasaku Hingga aku tenggelam dalam pelukanmu @L_wnl

UNTUKMU AYAHANDA

Gambar
Tidurmu terlalu lelap Pejaman matamu tak kunjung terbuka Bibirmu katup tak bicara Seluruh ragamu kaku dan dingin Bukankah kau sedang tertidur? Bukankah kau hanya berbaring sebentar? Lalu mengapa kau tak bangun? Suaramu tak terdengar Apakah aku yang buta dan tuli, yang tak dapat melihat engkau bangun dari tidurmu dan mendengar suaramu? Rintik hujan perlahan jatuh Semakin deras mengalir pada kedua pipi Kutampar hingga memerah Berharap aku sedang menjelajah dalam bunga tidurku Tetapi kenyataan mengajakku untuk ikhlas atas kepulanganmu ke rumahNya Di sana tempat engkau memperoleh kehidupan abadi Engkaulah pemilik cinta paling tulus untukku, Ayah @L_wnl #14-09-2022

ENTAHLAH

Ketika hati tak mampu memyembunyikan luka Akankah senyum mampu membalutnya? Perlahan hujan menganak pinak Telapak tangan sigap menghapus jejak-jejaknya  Agar tak membekas dan tak ada yang risau  Biarlah hanya diriku yang merasakannya Hingga yang lain tak khawatir @L_wnl

PERIHAL KITA

Jika ibumu adalah orang pertama yang mengisi hatimu Maka izinkan aku menjadi orang kedua yang menempati ruang yang sama Aku tak perlu bersanding dengannya merebut tempat di hatimu Sebab aku tahu ibu adalah cinta pertama seorang anak laki-laki  Tetapi izinkan aku menemani hidupmu Merangkai hari-hari bersamamu Menciptakan dan mengukir segala kisah  Lalu melukisnya dalam memori  Yang kelak akan kita ceritakan kembali kepada buah cinta kita Sembari kau mengepang rambut seorang bocah kecil dan aku menyeduhkan kopi hangat untukmu Aku tak pandai  meracik segala hal sama seperti ibumu Dan tak tahu banyak perihal dirimu melebihinya Tetapi jika nanti aku bertemu dengannya Aku akan mengatakan padanya "Ma, terima kasih sudah melahirkan dan membesarkan anakmu. Engkau  merawat serta  mendidiknya penuh kasih dan cinta. Ketegaran dan ketulusanmu tergambar pada pancaran wajahnya. Ma, aku hanyalah wanita biasa bukan pula wanita  yang sempurna, izinkanlah aku tuk meneman...

Mengelola blog

 
 
 

SENJA SANG FAJAR

 

KAU ADALAH PENAWAR LUKAKU

 

Dikala Hujan Aku Menunggumu

 

Bila Bersua

 
Gambar
Malam telah tiba dan kita masih dicumbui rindu Jika langit kota tempat kau berteduh terdapat candradewi Pandanglah! Sebab aku di sini juga sedang memandangnya  Setidaknya kita memandang rembulan yang sama Tersenyumlah! Senyuman itu adalah milikku Bukan dia atau pun mereka @Lastika Wanul

PERIHAL RINDU

Gambar
Maaf .... Bila khawatirku berlebihan Pun rinduku yang terlalu egois Aku gagal melerainya Hingga menciptakan resah untukmu dan untukku @Lastika Wanul

BILA BERSUA

 

PERIHAL TENTANGMU

Gambar
Engkau datang seperti fajar  Merekah dalam ingatan Indah bagaikan bulan purnama Bercahaya bagaikan surya matamu menatapku Harum tubuhmu membangunkanku dari tidurku , dari mimpiku, dari khayalanku Bagaikan harum yang tercurah namamu Tatapanmu seperti panah yang menembus jantungku Membuat hatiku berdebar dengan satu kejapan matamu Engkau laksana pancaran jingga senja Membuat takjub pada setiap mata yang memandang Dan sebelum angin senja berhembus di balik bukit Di sana aku memberikan cinta padamu Di lembah pertemuan kita @Lastika Wanul

KEKASIH

Gambar
Kekasih dengarlah tangisan rinduku Meriak-riak pada sukma Berkecamuk dalam hati Acapkali aku gagal melerainya Kekasih Aku tak pandai tuk berpura-pura kuat menghadap badai rindu Seakan aku insan lemah di hadapannya Akankah kau segera kembali? Melerai dahaga rinduku @Lastika Wanul

RASAKU

Gambar
Bagaikan kembang yang mekar Merona terpancar Hati bergetar Dikala senyum terukir Di ujung samudra ada hati yang terkikis Menjerit menangis Terikat bayangan  Terperangkap  tak bisa lepas @Lastika Wanul

JELAJAH MIMPI

Gambar
Bawalah dia sebagai bunga tidur penyejuk hati Agar dinginnya sang kota dingin sirnah Dan beringin yang berdiri kokoh tumbang sebab cemburu Rasa senada bercampur kebahagiaan yang terpancar nyata Hingga lupa bahwa jiwa sedang berpetualang di sebuah taman mimpi Menjadikannya semakin liar bermain dalam ilusi Raga pun tak terbangun Larut, hanyut  Dalam kisah indah itu Saat mata kembali terbuka  Dendang sendu menghibur diri Ternyata aku hanya menjelajah mimpi Tentang jumpa yang tak kunjung tiba Ah Kekasih @Lastika Wanul