Postingan

DIKALA PENAKU PATAH

Ketika pena yang kugenggam tak bernyawa Aku enggan untuk kembali menari-nari dengannya Membiarkan kertas kusamku kosong Lantas, apa gunanya kertas itu? Jikalau penaku telah rapuh Hingga aku bertemu denganmu Kau hadir di tengah kami Bukan hanya sebagai dosen Tetapi sekaligus menjadi kakak dan ayah untuk para mahasiswa Kala itu kau berkata "jangan pernah lelah ataupun bosan untuk menulis, apa yang kau tulis hari ini kelak akan menjadi suatu kenangan dikemudian hari" Seuntai kalimat sederhana Namun merasuk ke dalam jiwa Terngiang-ngiang di telingaku Aku pun paham maksud di balik ucapanmu Betapa pentingnya  menulis Membiarkan jiwa dan raga berekspresi menjelajah alam imajinasi Mencoba merangkai kata Menuangnya dalam tulisan Walau sederha #Yasinta Lastika Wanul ( PBSI 2018 B)

KEKASIH

Gambar
Kekasih dengarlah tangisan rinduku Meriak-riak pada sukma Berkecabuk dalam hati Acapkali aku gagal melerainya Kekasih Aku tak pandai tuk berpura-pura kuat menghadapi badai rindu Seakan aku  insan lemah di hadapannya Akankah kau segera kembali? Melerai dahaga rinduku #lastika

TUAN

Gambar
Tuan haruskah aku?  Mengapa aku?  Mengapa?  Aku lelah, Tuan! Bertahun-tahun aku ditemani kesabaran Berkali-kali aku menguatkan diri Sampai kapan, Tuan? Ah...... Kau pun terdiam Tuan..... Ujudku pun Kau dengar Apakah Kau tak mau menjamah setiap keluh kesahku? Ataukah aku yang tak pantas bertelut di hadapanMu? Entahlah..... Tuan...... Kau mahabaik Kau merencanakan sesuatu yang indah untuk hari esokku Biarkan aku tetap bersandar padaMu Jangan tinggalkan aku! Tuanku #lastika

MALAM

Kurangkul rasa rinduku  Ingin kutitip pada gelapnya malam   Rindu semakin menjadi ketika menatap langit malam yang semakin pekat Mengapa tidak ada bintang malam ini? Agar aku dapat melihat indahnya dirimu pada gemerlapnya? Mengapa tidak ada bulan untuk melihat bayanganmu? Aku sangat merindukanmu Tetapi kenapa malam menyembunyikan engkau dari bintang dan bulan? Ah malam... Sungguh sekejam itukah engkau? #lastika

TANYA (?)

Ada tanya dalam benak saat menatap cakrawala Mengapa tak seorang pun dapat menjangkau mentari? Mengapa tak ada yang mampu berbisik pada rembulan? Bintang tak dapat dipetik Walau hati ingin melakukannya Meski acap kali mereka kelihatan merendah #lastika

TAK INGIN HARI BERAKHIR

Ada hendak di balik malam saat menatap cakrawala Tentang hati yang bergelora Suara gemuru nadiku memberontak dalam hati Tak bisa ku lerai Andaikan malam hanya sedetik Dan mentari kembali menyapa Agar diri ku segera menyeka embun pagi Biar rerumputan kembali berseri Menyambut datangnya cahaya mentari Sebagai simbol untuk memulai Mengukir sejarah di hari itu Berat rasanya hati Saat mentari hendak pulang Karena petang menjemputnya Untuk beristirahat sejenak Malam seakan menculiknya Hari itupun berakhir #lastika

SEBERKAS CAHAYA

Inginku dekap dirimu dalam pelukanku Ingin kurasakan hangatnya cintamu Tapi apa itu mungkin? Ketika jarak adalah penghalang Namun aku tak peduli Karena dalam dirimu ada seberkas cahaya cinta untukku  Yang masih tetap terpancar #lastika